Sanasini.news Logo
SANASINI.NEWS
Politik

Mengenal Dedikasi 3 ASN Jayawijaya Penjaga Pangan

Ahmad Choiril

Ahmad Choiril

Redaktur Nasional & Humaniora

0 pembaca1 jam yang lalu
Mengenal Dedikasi 3 ASN Jayawijaya Penjaga Pangan
📌 Ringkasan Berita:Mengenal profil dan dedikasi tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya yang mengabdi demi ketahanan pangan warga pedalaman Papua.

Pengabdian tanpa pamrih aparatur sipil negara di pelosok negeri kembali terpancar dari dedikasi tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketiga insan pelayan masyarakat tersebut gugur saat menjalankan misi mulia menyalurkan bantuan bibit dan ternak produktif bagi warga di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026). Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi dunia pertanian nasional sekaligus menjadi pengingat nyata betapa besarnya perjuangan para abdi negara dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan di wilayah pedalaman Indonesia.

Jejak Pengabdian dan Profil Tiga Pahlawan Pangan

Ketiga pegawai tersebut merefleksikan semangat kebinekaan dan ketulusan pelayanan publik yang hadir dari berbagai penjuru Tanah Air demi memajukan kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan. Sosok pertama adalah Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Perempuan berdedikasi kelahiran Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, ini telah lama menetap di Wamena dan mencurahkan keahliannya membimbing para peternak lokal agar mampu mandiri secara ekonomi.

Sosok kedua adalah drh. Alfonsius Albinus Mehan (35), seorang dokter hewan berintegritas asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dalam rombongan dinas tersebut, Alfonsius bertugas memastikan kesehatan hewan ternak bantuan agar dapat berkembang biak dengan optimal di tangan para petani lokal. Sementara itu, sosok ketiga adalah Wili Mbuik, calon pegawai negeri sipil (CPNS) muda asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang dengan penuh semangat mengawali pengabdian birokrasinya di garis terdepan pelayanan publik Papua.

"Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas gugurnya para pejuang pangan ini. Pemerintah berkomitmen memastikan keselamatan dan keamanan bagi seluruh petugas lapangan yang bertugas di wilayah rawan menjadi prioritas utama demi keberlanjutan pelayanan masyarakat." — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Langkah Strategis Perlindungan dan Penguatan Pembangunan

Merespons peristiwa ini, pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat mengonsolidasikan langkah penanganan bersama aparat keamanan untuk mengusut tuntas insiden secara hukum serta memperketat prosedur operasional standar (SOP) pengawalan tugas kedinasan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Evaluasi komprehensif ini difokuskan pada mitigasi risiko dan sinergi terpadu antara aparatur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh adat setempat agar distribusi program bantuan sosial serta ekonomi tetap berjalan aman dan lancar.

Penguatan sektor pertanian dan peternakan di Papua Pegunungan merupakan fondasi krusial dalam mempercepat kesejahteraan sosial dan menekan disparitas ekonomi daerah. Oleh sebab itu, program ketahanan pangan nasional di kawasan timur Indonesia akan terus dilanjutkan dengan pendekatan humanis yang partisipatif, memberdayakan potensi lokal, serta memperkokoh rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat setempat.

Bagi Sobat SanaSini, keteladanan yang diwariskan oleh Aprida Rapi, drh. Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik adalah cerminan sejati dari cinta tanah air. Pengorbanan mereka menegaskan bahwa pembangunan Indonesia dibangun di atas ketulusan kerja nyata para abdi negara. Menjaga persatuan, menghormati jasa para pahlawan pelayanan publik, serta mendukung pembangunan Papua yang damai dan sejahtera merupakan komitmen bersama yang harus terus kita rawat demi kemajuan bangsa.

ADVERTISEMENT
Sponsor Sanasini.news
Ahmad Choiril

Ahmad Choiril

Redaktur Nasional Sanasini.news. Mengabarkan denyut nadi Nusantara, dinamika sosial masyarakat, dan kearifan budaya tanah air.

Rekomendasi Berita Terkait

Lihat Semua Politik →